T h e P o w e r o f L o v e

manusia dan penderitaan


                                           MANUSIA DAN PENDERITAAN
Didunia Allah menciptakan semuanya dengan seimbang, salah satunya ialah penderitaan dan kesenangan. Dimana keduanya tidak dapat dipisahkan. Dibalik penderitaan pasti ada kesenangan atau hikmah yang dapat diambil, begitu juga kesenangan dimana seorang manusia merasakan kesenangan setelah melalui penderitaan. Pada kesempatan saya akan menjelaskan mengenai manusia dan penderitaan
Pengertian penderitaan :
Penderitaan berasal itu berasal dari kata derita, derita adalah seebuah hal yang bisa memandang buruk diri orang tersebut. Penderitaan tidak hanya terjadi pada manusia, tetapi pada semua makhluk yang hidup didunia ini dan penderitaan adalah hal yang sulit diterima oleh semua makhluk hidup. Tetapi semua itu percuma, karena Allah sudah mengatur kebahagiaan dan penderitaan bagi semua makhluk hidup dan semua makhluk hanya bisa berusaha, berdo’a dan bertawakal kepada-Nya. Contohnya, pepohonan yang tumbuh di kaki gunung merapi. Dan suatu saat gunung merapi itu bisa saja mengeluarkan laharnya dan mengenai pepohonan yang tumbuh dengan subur. Dimana semua ini atas kehendak Allah tumbuhan tersebut menderita. Tetapi dibalik penderitaan ini ada hikmahnya, tumbuhan yang hangus terbakar material gunung merapi tersebut, kemudian rata dengan tanah dan tanah tersebut menjadi subur.
Begitu juga manusia pun pernah merasakan yang namanya penderitaan. Tetapi manusia berbeda dengan makhluk lain. Pada dasarnya Allah memberikan dua jalan untuk manusia yaitu kebahagiaan dan penderitaan. Kemudian manusia itu sendirilah yang menentukan mana jalan yang dipilih untuk hidupnya. Akan tetapi selepas dari itu semua sebenarnya kebahagiaan dan penderitaan saling berkaitan satu sama lain. Dan akan berujung pada kebahagiaan jika manusia itu mau berusaha. Seperti kata peribahasa “berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian” yang mana peribahasa ini menjelaskan, “jika seseorang ingin bahagia, maka ia harus bekerja keras untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut”.
Penderitaan batin yang dialami manusia :
Manusia setelah merasakan penderitaan biasanya ada yang tetap melekat di dalam batin seseorang ada juga yang bisa melupakannya kalau manusia yang mengalami penderitaan batin yang sangat kuat sehingga dia tidak kuat lagi menanggung penderitaan itu akan berakibat gangguan mental. Gejala manusia yang mengalami penderitaan batin dalah:
1.      Jasamani -> pusing, mual, sesak nafas dan lain lain
2.      Rohani -> rasa cemburu, apatis, mudah marah dan lain lain


Penderitaan batin banyak terdapat dilingkungan :
1.      Anak anak muda usia
2.      Kota kota besar
3.      Orang yang tidak beragama
4.      Wanita
5.      Orang yang mengejar materi


Penderitaan timbul itu karena dua faktor :
1.      Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang timbul dikarenakan kesalahan yang dilakukan oleh seseorang atau kenakalan seseorang. Contoh ketika seorang anak melakukan kenakalan yang sudah keterlaluan biasanya akan di beritahu oleh kedua orang tua dalam hal ini biasanya kalau ibu marah kepada anaknya biasanya anaknya hanya mendengarkan begitu saja tetapi kalau ayah sudah marah biasanya sekalinya marah akan lebih parah dari pada ibu dan biasanya sang anak akan timbul tekanan batin dan biasanya akan teringat selalu.

Penderitaan yang timbul karena penyakit, atau azab
2.      dari tuhan
Penderitaan ini dirasakan oleh jasmani seseorang . contoh ketika kita sedang sakit pasti tubuh manusia yang sedang mengalami sakit itu akan merasakan tidak enak yang lama kelamaan akan berujung penderitaan itulah yang dinamakan dengan penderitaan yang timbul karena penyakit.

Kesimpulan :
Jadi , semua penderitaan itu jangan ditanggapi dengan sikap negatif  jika ditanggapi dengan sikap negatif maka hasilnya juga akan negatif tetapi jika ditanggapi dengan sikap positif maka hasilnya juga akan positif dan dibalik semua penderitaan pasti ada sebuah kebahagian . 


Comments
0 Comments
0 Komentar untuk "manusia dan penderitaan"

Back To Top