T h e P o w e r o f L o v e

100 Bek Tengah Terbaik Sepanjang Masa

Siapa ya kira-kira 100 bek tengah terbaik sepanjang masa? Banyak sekali nama-nama yang menjadi pilihan untuk mengisi posisi tengah dan menjadi benteng bagi pertahanan sebuah kesebelasan sepak bola. NAh berikut ini aku akan membuat sebuah list 100 bek tengah terbaik sepanjang masa. Tentu saja kriterianya adalah tidak hanya karena skill dan keahlian ketika bermain sepak bola membela timnya masing-masing. Akan tetapi juga berdasarkan kontribusinya yang sangat penting terhadap kemajuan kesebelasannya di pentas dunia. Karena list ini aku bikin sendiri jadi mungkin ada yang kurang atau ditambahkan, silahkan kalian review ya, kalau ada yang salah di betulin deh ntar. hehehe.. Ehmmm.. kira-kira siapa ya bek terbaik dunia itu? Nah berikut ini adalah listnya.

100 Bek Tengah Terbaik Sepanjang Masa


Yang aku masukin di list ini adalah untuk posisi bek tengah termasuk sweeper dan stopper. Jadi untuk bek kiri dan kanan, atau bek sayap engga aku masukkan, jadi jika ada yang keliru silahkan di kasih tau ya, soalnya kadang bingung juga mereka suka ganti-ganti posisi, tapi sepertinya sih posisi permanen mereka di tengah (maksudnya lebih jago ditengah) .. Ok. inilah bek tengah terbaik dunia sepanjang masa.


1. Franz Beckenbauer (Germany) 

100 Bek Tengah Terbaik Sepanjang Masa



Franz Anton Beckenbauer (lahir di Muenchen, Jerman, 11 September 1945; umur 67 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Jerman, pelatih tim nasional Jerman, serta tokoh organisasi sepak bola Eropa. Ia dijuluki Der Kaiser ("Sang Kaisar") karena gayanya yang anggun, kemampuannya memimpin, dan dominasinya di atas lapangan sepak bola, sebagai seorang libero.  Beckenbauer dikenal "bertangan dingin". Ia menjadi anggota tim nasional Jerman Barat sejak akhir dekade 1960-an hingga akhir 1970-an. Sewaktu Jerman Barat menjuarai Piala Dunia FIFA 1974 ia menjadi kapten tim. Menurutku Franz Beckenbauer layak untuk menjadi bek tengah terbaik dunia sepanjang masa.

2. Franco Baresi (Italy)

100 Bek Tengah Terbaik Sepanjang Masa



Franco Baresi (lahir di Travagliato, Brescia, 8 Mei 1960; umur 52 tahun) adalah seorang pemain sepak bola asal Italia. Posisinya adalah pemain belakang (stoper). Ia menghabiskan sepanjang kariernya di AC Milan, dari tahun 1977 hingga 1997, dan merupakan salah seorang legenda Milan. Nomor punggungnya, 6, kini dipensiunkan oleh Milan, sehingga tak akan ada lagi pemain AC Milan yang mengenakan nomor tersebut.
Baresi 81 kali memperkuat tim nasional sepak bola Italia, dari tahun 1982 hingga 1994. Ia tampil dalam dua Piala Dunia FIFA, 1990 dan 1994. Dalam final tahun 1994 melawan Brasil, ia adalah salah seorang pemain yang penaltinya gagal sehingga turut menyebabkan kekalahan Italia di pertandingan tersebut. Manuturku Franco Baresi sangat layak masuk kedalam deretan bek atau pemain belakang terbaik dunia sepanjang masa.

3. Bobby Moore (England)


100 Bek Tengah Terbaik Sepanjang Masa


Robert Frederick Chelsea Moore (24 Februari 1941 - 12 April 1993) merupakan seorang pemain sepak bola dan pelatih berkebangsaan Inggris. Dia pernah bermain untuk klub utamanya seperti West Ham United, Fulham, San Antonio Thunder, dan Seattle Sounders. Di timnas Inggris, dia bermain 108 kali dan mencetak 2 gol. Hasil terbaiknya ialah membawa negaranya menjadi juara Piala Dunia FIFA 1966. Bobby adalah salah bek terbaik dunia yang pernah di miliki inggris, dan termasuk salah satu legenda sepak bola dunia.




4. Gaetano Scirea (Italy)



Gaetano Scirea (lahir 25 Mei 1953 – meninggal 3 September 1989 pada umur 36 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Italia yang dianggap salah satu pemain belakang terbaik sepanjang masa. Scirea adalah salah satu dari lima pemain dalam sejarah sepak bola Eropa yang memenangkan semua piala internasional untuk klub sepak bola diakui oleh UEFA dan FIFA. Scirea adalah juga salah satu dari hanya sembilan pemain di sejarah sepak bola Eropa yang memenangkan kompetisi utama ketiga sepakbola UEFA. Ia bermain untuk tim nasional Italia selama lebih dari satu dekade di mana ia tak tergantikan sebagai pembela terkemuka, menjaga Franco Baresi dari tim nasional selama empat tahun hingga pensiun pada tahun 1986. Scirea menjadi juara dunia dalam Piala Dunia 1982, mengalahkan Brazil 3-2 di pertandingan perempat final bermain cemerlang, dan mendominasi Jerman 3-1 di final. Gaetano Scirea adalah salah satu legenda sepak bola diantara yang terbaik sepanjang masa.



5. Daniel Passarella (Argentina)

100 Bek Tengah Terbaik Sepanjang Masa


Daniel Passarella (lahir 25 Mei 1953; umur 59 tahun) merupakan seorang mantan pemain sepak bola dan pelatih berkebangsaan Argentina. Dia pernah bermain untuk klub utamanya seperti Sarmiento, River Plate, Fiorentina, dan Inter Milan. Di timnas Argentina, dia bermain 70 kali dan mencetak 22 gol.


6. Elais Figueroa (Chile)

100 Bek Tengah Terbaik Sepanjang Masa

Elías Figueroa (lahir di Valparaíso, Chili, 25 Oktober 1946; umur 66 tahun) merupakan seorang mantan pemain sepak bola Chili yang berposisi sebagai bek tengah. Terakhir ia bermain untuk Colo-Colo dan pernah juga bermain untuk tim nasional Chili.

7. Matthias Sammer (Germany)


Matthias Sammer (lahir 5 September 1967) merupakan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Jerman. Dia melatih untuk tim Borussia Dortmund dan VfB Stuttgart. Dia pernah bermain untuk klub Dynamo Dresden, VfB Stuttgart, F.C. Internazionale Milano dan Borussia Dortmund. Di timnas Jerman Timur, dia bermain 23 kali dan mencetak 6 gol serta timnas Jerman Barat, dia bermain 51 kali dan mencetak 8 gol.

8. Alessandro Nesta (Italy)

100 Bek Tengah Terbaik Sepanjang Masa


Alessandro Nesta,  lahir di Roma, Italia, 19 Maret 1976 adalah seorang pemain sepak bola Italia yang bermain untuk Montreal Impact. Ia mengawali karier profesionalnya di klub Lazio. Dia turut membantu Lazio meraih Piala Winners pada tahun 1999. Ia memiliki tinggi tubuh 187 cm dan berposisi sebagai bek tengah dan bergabung dengan Milan pada tahun 2002. Nesta termasuk andalan dalam tim nasional Italia untuk membantu sektor pertahanan. Ia mengawali debut bersama Lazio pada tanggal 13 Maret1994 melawan Udinese dengan skor akhir 2-2. Di AC Milan dia meraih 1 juara liga Italia Serie A, 2 Piala/Liga Champions, 1 Piala Super Eropa, 1 Piala Italia, 1 League Supercup. Dia masuk dalam timnas di piala dunia 2006 di Jerman. Pada pertandingan melawan Ceko, dia cedera. Walaupun tidak ikut bermain di final Piala Dunia, Italia berhasil keluar menjadi juara yang ditentukan oleh adu penalti. Nesta juga telah pensiun dari tim nasional Italia.


9. Giuseppe Bergomi (Italy)



Giuseppe Bergomi (lahir di Milan, Italia, 22 Desember 1963; umur 49 tahun) adalah seorang mantan pemain sepak bola Italia. Ia berposisi sebagai pemain bertahan. Ia bermain untuk Internazionale dan untuk tim nasional Italia. Bergomi sempat dipanggil masuk ke tim U-21 Italia tahun 1981–1982, dan tampil 3 kali tanpa mencetak gol. Ia kemudian masuk ke tim utama Italia pada tahun 1982 hingga tahun 1998. Total, ia bermain 81 kali dan mencetak 6 gol. Ia turut bermain untuk Italia dalam Piala Dunia 1982, 1986, 1990, dan 1998 serta Piala Eropa 1988.

10. Jose Santamaria (Uruguay)




José Emilio Santamaria Iglesias (lahir 31 Juli 1929) adalah  mantan pemain dan pelatih Spanyol-Uruguay . Dia dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu bek tengah terbaik sepanjang masa. Seorang pemain, yang kuat tanpa kompromi, dikenal karena stamina yang tinggi dan konsistensi, ia diperlukan untuk Real Madrid dalam "Dasawarsa Pertama Galaticos".

Lanjutan 100 Bek Tengah Terbaik Sepanjang Masa



11. Fabio Cannavaro (Italy)
12. Jose Nasazzi (Uruguay)
13. Hector Chumpitaz (Peru)
14. Jurgen Kohler (Germany)
15. Alan Hansen (Scotland)
16. Domingos Da Guia (Brazil)
17. Ronald Koeman (Holland)
18. Laurent Blanc (France)
19. Jacinto Quincoces (Spain)
20. Marcel Desailly (France)
21. Velibor Vasovic (Yugoslavia)
22. Billy Wright (England)
23. Karlheinz Forster (Germany)
24. Claudio Gentile (Italy)
25. Albert Shesternev (Soviet Union)
26. Willi Schulz (Germany)
27. Fernando Hierro (Spain)
28. Branco Zebec (Yugoslavia)
29. Ciro Ferrara (Italy)
30. Oscar Ruggeri (Argentina)
31. Roberto Perfumo (Argentina)
32. Marius Tresor (France)
33. Jaap Stam (Holland)
34. Jan Popluhar (Czechoslovakia)
35. Murtaz Khurtsilava (Soviet Union)
36. Gheorghe Popescu (Romania)
37. Virginio Rosetta (Italy)
38. Pietro Vierchowod (Italy)
39. Germano (Portugal)
40. Niel Franklin (England)
41. Luis Pereira (Brazil)
42. Morten Olsen (Denmark)
43. Alessandro Costacurta (Italy)
44. Nemanja Vidic (Serbia)
45. Robert Jonquet (France)
46. Guillermo Delgado (Peru)
47. Pietro Rava (Italy)
48. John Terry (England)
49. Bruno Pezzey (Austria)
50. Reinhold Munzenburg (Germany)
51. Hans Jurgen Dorner (Germany)
52. Wladislaw Zmuda (Poland)
53. Cornel Dinu (Romania)
54. Cor Van De Hart (Holland)
55. Humberto Coelho (Portugal)
56. Bob Crompton (England)
57. Roberto Ayala (Argentina)
58. Rune Bratseth (Norway)
59. Tony Adams (England)
60. Alexandru Apolzan (Romania)
61. Mauro Ramos (Brazil)
62. Severino Minelli (Switzerland)
63. Lucio (Brazil)
64. Dragan Holcer (Yugoslavia)
65. Ernst Happel (Austria)
66. Sol Campbell (England)
67. Wolfgang Weber (Germany)
68. Rio Ferdinand (England)
69. Armando Picchi (Italy)
70. Dario Pereyra (Uruguay)
71. Edinho (Brazil)
72. Julio Melendez (Peru)
73. Sami Hyypia (Finland)
74. Alexander Chivadze (Soviet Union)
75. Gyula Lorant (Hungary)
76. Jesus Garay Vecino (Spain)
77. Anton Ondrus (Czechoslovakia)
78. Paul Mcgrath (Ireland)
79. Carles Puyol (Spain)
80. Ricardo Carvalho (Portugal)
81. Anatoli Bashashkin (Soviet Union)
82. Aldair (Brazil)
83. Karoly Fogl (Hungary)
84. Guido Buchwald (Germany)
85. Terry Butcher (England)
86. Jose Ramos Delgado (Argentina)
87. Josip Katalinski (Yugoslavia)
88. Roy Mcfarland (England)
89. Sandor Szuc (Hungary)
90. Jack Charlton (England)
91. Milutin Ivkovic (Yugoslavia)
92. Fulvio Collovati (Italy)
93. Jose Salomon (Argentina)
94. Hilderaldo Bellini (Brazil)
95. Dimitar Penev (Bulgaria)
96. Carlos Gamarra (Paraguay)
97. Rinus Israel (Holland)
98. Laurent Verbiest (Belgium)
99. Vagiz Khidiatullin (Soviet Union)
100. Frank De Boer (Holland)


Tambahan  Bek Tengah Terbaik [Update]


Riccardo Ferri (Italy)
Anatoli Maslyonkin (Soviet Union)
Walter Samuel (Argentina)
Des Walker (England)
Jerzy Gorgon (Poland)

Bek Tengah Terbaik Dunia Berdasar Negara

Jika membahas masalah pertahanan pasti pikiran kita langsung tertuju sama negara Italy - biangnya Cattenacio. Tapi selain Italy banyak juga dari negara-negara lain ikut melahirkan bek bek tangguh misal German, Perancis, Inggris bahkan Negara dengan sistem penyerangan terbaik Brazil juga ikut menyumbangkan bek hebat. Mau tau Daftar bek bek terbaik sepanjang sejarah sepakbola bisa dibilang ini Legendanya Bek kelas dunia ?? Langsung aja lihat daftar dibawah ini ..

Italy : 12
England : 10
Germany : 9
Brazil : 7
Yugoslavia : 6
Argentina : 6
Soviet Union : 5
Holland : 5
France : 4
Spain : 4
Uruguay : 3
Romania : 3
Portugal : 3
Peru : 3
Hungary : 2
Austria : 2
Czechoslovakia : 2
Poland : 1
Norway : 1
Chile : 1
Belgium : 1
Scotland : 1
Ireland : 1
Paraguay : 1
Denmark : 1
Switzerland : 1
Finland : 1


Bek Bek Terbaik Sepanjang Sejarah Sepakbola


List lainnya by bola-kita

Jika membahas masalah pertahanan pasti pikiran kita langsung tertuju sama negara Italy - biangnya Cattenacio. Tapi selain Italy banyak juga dari negara-negara lain ikut melahirkan bek bek tangguh misal German, Perancis, Inggris bahkan Negara dengan sistem penyerangan terbaik Brazil juga ikut menyumbangkan bek hebat. Mau tau Daftar bek bek terbaik sepanjang sejarah sepakbola bisa dibilang ini Legendanya Bek kelas dunia ?? Langsung aja lihat daftar dibawah ini ..

• Daniel Passarella (Argentina)


Pemain satu ini adalah pemain serba bisa, hebat dalam bertahan maupun menyerang. Keahlian lainnya adalah tendangan bebas - catatan 134 gol dalam 451 pertandingan menjadikan Daniel Passarella dijuluki sebagai bek paling haus gol sepanjang masa. Ia juga sering dibandingkan dengan Beckenbauer – Sang Kaisar. Prestasinya yang paling menonjol adalah dua kali juara dunia bersama Argentina, yaitu pada 1978 dan 1986. Ia juga memenangkan Liga Utama Argentina selama empat kali bersama River Plate.]

• Giacinto Facchetti (Italia)


Sebenarnya posisi awalnya adalah seorang stiker yang kemudian beralih ke pemain belakang yang justru melambungkan namanya, ini bisa dilihat dari gelar yang diperolehnya Scudetto pada 1963, 1965, 1966, dan 1971; Coppa Italia 1978; Piala European Champions Club (sekarang Liga Champions) 1964 dan 1965; Piala Intercontinental 1964 dan 1965, serta pemenang Euro 1968 dan semua gelar di peroleh sewaktu bermain untuk club Inter Milan.

• Lothar Matthaus (Jerman)


memasuki usia 30-an posisi Matthaus berpindah dari pemain tengah ke pemain belakang, Maradona pun tidak segan menyebutkan Matthaus sebagai rival terberatnya, Gelar yang diperoleh tujuh gelar Bundesliga, ditambah dengan tiga Piala Jerman, sebuah mahkota Serie A, dua Piala UEFA, satu Kejuaraan Eropa, serta Piala Dunia. Gelar pribadi adalah pemain terbaik dunia 1991.

• Fabio Cannavaro (Italia)


kecepatan dan antisipasi membaca serangan lawan patut diacungi jempol untuk pemain satu ini, Pemain Terbaik Dunia oleh FIFA setelah Italia menjuarai Piala Dunia pada 2006 adalah buktinya. Pada tahun yang sama, ia juga memenangi gelar Pemain Terbaik Eropa, dan dua kali terpilih dalam pasukan FIFPro World XI, yaitu pada 2005/06 dan 2006/07.

• Roberto Carlos (Brasil)

tampil ditiga piala dunia bersama TimNas Brazil, Masih ingat gol dengan jarak 35M sewaktu melawan Perancis pada 3 Juni 1997 ?? Di Real Madrid, ia meraih empat gelar juara La Liga, tiga Liga Champions dan dua Piala Intercontinental. Ia juga mendapat pengakuan sebagai legenda sepakbola internasional, dengan diberikannya Penghargaan Kaki Emas 2008. Untuk ukuran tinggi badan memang Carlos boleh dibilang dibawah rata-rata pemain eropa tetapi jika dilihat dari prestasi …. WOW


• Lilian Thuram (Prancis),


 Visi dan wawasan dalam membentengi pertahanan nggak usah diragukan lagi, Gosip juga kayaknya jauh dari pemain ini. Tampil dalam 142 pertandingan untuk Prancis, koleksi berbagai trofi dari empat klub di tiga negara, dua gelar internasional bersama timnas Prancis dan membantu Prancis memenangkan Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000
• Franco Baresi (Italia), menghabiskan seluruh karirnya di AC Milan dengan 532 pertandingan, mengoleksi enam Scudetto, tiga Piala Eropa dan Piala Dunia 1982. No Punggung 6 di abadikan oleh Ac Milan untuk pemain satu ini. Bersama Paolo Maldini, Alessandro Costacurta dan Mauro Tassotti banyak yang mengatakan bahwa ini adalah empat bek AC milan yang terbaik sepanjang sejarah.

• Bobby Moore (Inggris)


 Pada 29 Mei 1963, ia menerima ban kapten timnas Inggris ketika baru berusia 22 tahun, dan menjadi kapten tim senior Inggris termuda sepanjang masa. Prestasi terbesarnya adalah membawa Inggris menjuarai Piala Dunia 1966. Pemain yang memiliki ketenangan luar biasa dalam mengantisipasi dan membaca pergerakan lawan.

• Paolo Maldini (Italia)


Prestasi Maldini dengan AC milan nggak usah diragukan lagi, tujuh Scudetto, lima titel Liga Champions dan menjadi pemain yang paling banyak tampil untuk Timnas Italy, di usianya yg hampir kepala 4 ini kondisinya masih saja tetap ok, Gelar yg belum dicicipi oleh pemuda Italy ini adalah Piala Dunia.

• Franz Beckenbauer (Jerman)


Sang Kaisar - ia adalah pemikir ulung yang membawa revolusi di dunia sepakbola dengan menciptakan peran libero menyerang. Sebelumnya, tak seorangpun pernah berpikir bahwa seorang sweeper juga perlu untuk maju untuk membantu penyerangan, apalagi mencetak gol. Beckenbauer menciptakan taktik ini, dan menjadikannya sebagai bagian dari sepakbola modern.


Tag : sport
Comments
0 Comments
0 Komentar untuk "100 Bek Tengah Terbaik Sepanjang Masa"

Back To Top