T h e P o w e r o f L o v e

Cerpen Cinta: Hadiah Romantis

Cerpen cinta tulisan Lilih Prilian Ari Pranowo*

1
Hari ini, hari Minggu. Matahari bersinar dengan teriknya. Aku senang betul karena dengan demikian, aku bisa bertandang ke rumah gadis itu. Gadis yang telah menawan hatiku. Tak seperti biasanya, kedatanganku ini kali spesial ketimbang sebelum-belumnya. Kenapa? Aku membawa sebuah hadiah romantis untuk wanita yang sengaja kubingkiskan untuknya. 

Aku lihat dia tidak senang dengan kado yang kuberikan kepadanya. Mimik wajahnya yang mengatakan demikian. Tapi aku senang ia tetap menerimanya. Ia tanya apa itu? 

Aku jawab, kado itu sekadar buah tangan yang kubawakan untuknya setelah aku berkelana jauh selama beberapa bulan. ”Aku beli pakai honor pertamaku lho,” tegasku, yah menghebat-hebatkan diriku lah. 

Sewaktu menerimanya, tetap saja aku tak melihat perubahan pada mimiknya. Sebuah pertanyaan menyeruak di dalam kepalaku. Aku cemas ia tidak suka hadiah romantis dariku, terutama kepadaku, toh aku betul-betul tak tahu ia suka atau tidak. 

Aku sudah hopeless saja. Soalnya kabar-kabar angin menyebutkan, perempuan yang kusatroni ini sudah punya peran pendamping. Dan yang memainkan peran pendamping itu bukan aku. Usai beramah-tamah barang satu dua jam, aku pamit pulang. 

Dan ia tak tahu betapa aku pulang membawa sebuah kesedihan. Duka di atas motor, yang kulajukan dalam kecepatan sedang. Hatiku berharap ia menyukai pemberianku, meskipun pikiranku mengatakan tidak. Entahlah...

***


2
Aku tahu ia masih menyukaiku. Terbukti beberapa bulan ini ia terus menghubungiku. Mencari-cari perhatianku. Dan hadiah darinya ini adalah bukti nyata. Aku pandangi hadiah yang berbentuk kotak dan diikat dengan pita warna merah itu. Menurut pendapatku, ia lelaki romantis. 

Aku sedikit tersenyum melihat kado darinya. Hatiku sedikit haru melihat perjuangannya. Di depan cermin aku memperhatikan diriku. Kutanya diriku, apa yang ia inginkan dariku? Oh, dan kusadari betapa cantiknya aku. Siapa yang tak ingin mendapatkanku? Apalagi setelah ia yang pertama pergi tanpa jejak. 

Kubuka bungkus hadiah romantis itu. Sebuah hijab berwarna biru terlipat dengan rapi pada tempatnya. Kesukaanku. Bagaimana ia tahu warna kesukaanku? Aku girang. Kucoba langsung hijab tersebut. Aku merasa cocok dengan hijab pemberiannya.

Ketika ia memberikanku kado ini, belum kukatakan terimakasih kepadanya. (adegan kedua dari cerpen cinta ini merupakan khalayanku sesungguhnya)

***

3
”Halo?”

”Iya, halo.” 

”Ini aku. Aku cuma mau bilang terimakasih soal hadiah romantis darimu,” kata dia.

”Iya, aku senang kalo kamu ikut senang,” jawabku. 

”Ya, sudah aku cuma mau bilang itu. Terimakasih sekali lagi.”

”Iya.” 

Ketika telepon ditutup, aku tersenyum. Di seberang sana, dia juga tersenyum. Dua hati itu betul-betul girang mendapatkan penjelasaan atas pertanyaannya masing-masing.

----------
*) Lilih Prilian Ari Pranowo sering menyebut diri sebagai cerpenis internet. Karya yang masih belum seberapa sering diunggah ke blog ini. Saat ini tengah mengurusi dua blog lainnya, yaitu Lilih Notes dan Plot Kreatif
Comments
0 Comments
0 Komentar untuk "Cerpen Cinta: Hadiah Romantis"

Back To Top