T h e P o w e r o f L o v e

Cerpen Cinta: Jika Cinta Dia [Part 1]

Cerpen Cinta - Terdengar kabar paling hot akhir-akhir ini di kampus Rei. Kabar itu datangnya dari kawan-kawan Rei sendiri. Kedekatan Rei dengan seorang cewek bernama Lenny kakak tingkat di kampus membuat Rei mendapat gosip.

Mereka sering kepergok sedang berduaan bahkan jalan bareng sekalipun. Dan Rei sangat menikmati kedekatannya dengan Lenny, walau ia menyadari ia sudah mempunyai cewek yang setia selama ini dan Lenny juga sudah mempunyai cowok. Tak terasa kedekatan mereka mengalir begitu saja walau status mereka sekedar teman, namun seringkali teman-temannya beranggapan mereka pacaran.

“Cie...cie ceritanya dapat brondong ni ye.” Goda Laras yang telah memergoki Lenny sedang berduaan dengan Rei.

“Ih..apaan sih lo.” Sanggah Lenny dengan wajah nampak malu-malu, Rei terlihat tersenyum setiap kali ada yang menggoda Lenny.

“Wah kalian ini buat kita-kita jadi iri saja melihatnya.” Timpal Johan salah satu teman Lenny juga. Lenny langsung menarik lengan lengan Rei untuk segera pergi dari teman-temannya yang siap mengejeknya tanpa henti.

Rei dan Lenny berhasil lolos, sekarang mereka malah nongkrong di kantin untuk sekedar numpang duduk saja. Mereka sudah merasa tidak terusik lagi. Mereka juga menjadi lebih leluasa untuk ngobrol apa saja tanpa ada yang mengusiknya.

“Gue jadi pengen durian.” Kata Lenny mendadak nyidam durian karena melihat ada pedagang durian di dekat kampus.

“Ya, udah pulang kuliah gue beliin deh.”

“Wah, boleh juga tuh Re.”

Sepulang dari kuliah seperti janji Rei, mereka mampir terlebih dahulu ke penjual durian. Lenny dengan senangnya membawa dua buah durian yang telah di belikan Rei, membuat lidahnya bergoyang serasa ingin cepat memakannya, tapi di tahannya karena ia ingin memakannya di kosan di temani Rei.

“Umm...yummy banget deh Re, mau nggak nyoba dikit aja?”

“Nggak deh Len gue nggak suka.”

“Oh, gitu ya. Oh, iya gimana hubungan sama cewek lo?”

“Makin sering ribut, gue jadi tambah males. Kabar lo sama cowok lo gimana?”

“Biasa aja.”

Sehabis makan durian, Lenny segera membersihkan kulit durian yang tercecer di lantai kos. Lalu segera duduk berdekatan di samping Rei di depan kosan. Mereka terdiam agak lama, seperti ada sesuatu yang ingin mereka bicarakan.

“Sebenarnya perasaan lo ke gue gimana sih Len?” Tanya Rei membuka pembicaraan antara mereka.

“Kalau gue boleh jujur, sebenarnya gue sayang sama lo Re, tapi kita  deket  begini buat have fun aja kok. Kita kan juga punya pacar.”

“Iya gue juga tahu kok, gue juga lagi boring sama cewek gue. Habis tiap hari berantem terus.”

“Oh, iya terus perasaan lo sendiri ke gue gimana Re?”

“Gue juga sayang sama lo.” Ucap Rei tanpa ragu, lalu Lenny menyandarkan kepalanya di bahu Rei.

Tak terasa hari sudah sore, Rei pamitan pulang. Dengan cepat Rei segera meluncur dengan motornya menuju rumah. Sesampainya di rumah dia merasa capek, dan baru saja ia menerima sms dari Vera ceweknya dan lagi-lagi marah-marah. Langsung Rei menonaktifkan hpnya tanpa pikir panjang dan langsung tidur.

***

Keesokan harinya Rei baru terbangun, dan sadar ia belum sempat mandi dan salat kemarin. Ia segera mengaktifkan hpnya kembali, dan akan  telepon Vera untuk minta maaf karena semalam mengabaikan smsnya.

“Pagi, Ve!” Sapa Rei kepada Vera via telepon dan sesekali sambil menguap.

“Ada apa?” Tanya Vera dingin.

“Maaf, bukan maksud gue akhir-akhir ini mengabaikan sms lo.”

“Ah, udahlah Re gue pusing. Gue mau berangkat sekolah dulu.” Ucap Vera buru-buru dan langsung mematikan telepon dari Rei. Rei mencoba memaklumi, karena jam segitu memang saatnya Vera berangkat ke sekolah.

Hubungan Rei dengan Vera akhir-akhir ini makin kacau, mereka juga makin jauh. Apalagi semenjak Rei kuliah, mereka jarang sekali bertemu. Rei banyak menghabiskan waktunya untuk mengerjakan tugas-tugasnya.

Rei segera siap-siap mau mandi karena sebentar lagi ia akan berangkat ke kampus. Tapi dia lebih kepikiran akan bertemu Lenny jadi makin semangat lah Rei. Masalah-masalah mengenai Vera bisa sedikit tidak membebani pikirannya.

Setelah sarapan pagi dan berpamitan kepada mamanya, Rei siap meluncur dengan motornya menuju ke kampus dengan kecepatan sedang. Ia santai karena hari ini tidak ada tugas dari dosen yang akan di kumpulkan hari ini.

Sesampainya di kampus ia melihat Lenny sedang celingak-celinguk di depan kelas Rei. Rei menatap dari kejauhan hanya tersenyum geli dengan sikap Lenny. Dan ia juga tahu pasti Lenny sedang kebingungan mencarinya.

“Ada apa Len?” Tanya Rei yang sudah berada tepat di belakang Lenny.

“Eh, lo kemana aja sih lama banget datangnya?”

“Lo kangen ya sama gue?”

“Ah, nggak biasa aja.”

“Udah deh ngaku aja Len, gue tahu kok. Hehehe.”

“Iya deh gue kangen. Puas?”

“Sangat puas, sampai ketemu nanti ya dosen gue udah datang.”

“Oke deh.”

Sekitar dua jam Rei mengikuti mata kuliahnya, setelah itu ia segera mencari Lenny. Dan ia menemukan Lenny di bawah pohon sambil membaca alkitab dengan serius. Rei segera duduk di samping Lenny walau belum di tawarkan untuk segera duduk.

“Wah, sibuk banget keliatannya.”

“Hehehe. Besok minggu lo kemana Re?”

“Gue mau ke rumah Ve, udah lama hampir dua minggu gue belum ketemu dia.”

“Bakal asyik nih kangen-kangenan.”

“Bisa aja lo, lo sendiri kemana?”

“Gue biasa tiap minggu ke gereja.”

“Oh, iya deng.”

Seharian mereka di kampus kerjaannya hanya berduaan saja, kadang pada iri yang melihat kedekatan mereka yang begitu akrab. Pokoknya mereka tiap hari selalu bersama, mereka tetap cuek walau banyak teman-teman mereka yang suka meledeknya.

Malamnya, secara surprise Rei datang ke rumah Vera tanpa janji terlebih dahulu. Ia ingin malam ini menjadi malam yang indah dengan kedatangannya, karena selama ini ia jarang menemui Vera.

“Hai, Ve!” Sapa Rei saat kebetulan Vera sedang duduk di teras rumahnya.

“Tumben mau ke rumah.”

“Jangan gitu dong Ve, gue kan datang ke rumah lo bukan pengen di marahin.”

“Ya deh sorry, gue pinjam hp dong mau foto-foto ni.” Rei segera memberi pinjam hpnya kepada Vera, padahal ia baru saja menerima sms.

Vera mengerutkan keningnya saat melihat  hp Rei. Rei belum sadar kalau Vera sedang membaca pesan singkat yang baru saja di terima. Rei malah duduk sambil siul-siul nggak jelas karena ia tidak tahu telah mendapat sms.

“Hai Re, gue kangen nih sama lo. Tadi di gereja gue kepikiran lo terus jadi nggak konsen deh berdoanya. Hehehe.” Vera membaca sms itu dengan lantang dan suara yang keras. Raut wajah Rei mendadak pucat.

“Ve, lo jangan salah paham dulu.”

“Jadi, Lenny yang udah buat lo berpaling ddari gue akhir-akhir ini?” Tanya Vera sambil meneteskan airmata.

“Nggak Ve, dengerin dulu penjelasan gue.”

“Lo nggak usah jelasin apa-apa lagi.”

“Oke deh kalau itu mau lo.” Rei beranjak dari duduknya segera ingin pulang, namun Vera mencengkram lengan Rei kuat-kuat. Entah apa yang ingin disampaikan Vera kepada Rei yang ada ia justru menangis sesenggukan.

***

Bersambung ke Cerpen Cinta: Jika Cinta Dia [Part 2]
Comments
0 Comments
0 Komentar untuk "Cerpen Cinta: Jika Cinta Dia [Part 1]"

Back To Top