T h e P o w e r o f L o v e

Cerpen Cinta: Jadikan Aku yang Kedua

Cerpen cinta ini ditulis Lilih Prilian Ari Pranowo*

Jadikan aku yang kedua
Buatlah diriku bahagia

Nung tersenyum mendengar lagu itu. Lagu berjudul "Jadikan Aku yang Kedua". Yang dinyanyikan Astrid.

Sambil bersiul-siul di cermin, tak henti-hentinya Nung mendendang. Mengikuti irama lagu.

Senyumnya penuh kemenangan.

Akhirnya, Radit menyatakan cinta juga padanya. Kemarin. Di ruang Hima. Saat jam kuliah. Ia dan Radit sengaja membolos untuk mengungkapkan perasaan yang terpendam di dada masing-masing. Sengaja waktu yang dipilih adalah jam kuliah supaya tidak ada teman-teman yang mengetahui hubungan mereka.

"Jadi?" tanya Radit, begitu ia selesai mengungkap perasaan suka pada Nung.

Nung tertawa saja. Tergelak. Bukan untuk melecehkan pernyataan cinta Radit. Karena ia juga merasakan perasaan yang sama seperti yang Radit rasakan. Tapi...

Mencintai memang merupakan hal paling mendasar yang bisa dialami siapa saja. Tapi... Cinta segitiga? Dibenarkan tidak ya?

Ya, saat menyatakan cinta pada Nung, Radit sudah memiliki pasangan. Namanya Sarah (baca ide cerita cerpen cinta ini disini!).

"Entahlah, Dit, saya harus menjawab apa. Saya bingung. Jujur saya akui, kalau ada ketertarikan yang bersemayam di hatiku padamu. Bagaimana pacarmu?"

Radit tersenyum sinis mendengar pertanyaan terakhir. "Lupakan dia. Aku lebih mencintaimu daripada dia."

"Gombal."

"Demi Tuhan! Sebetulnya, aku juga ingin meninggalkannya. Berapa kali aku bilang putus darinya. Tapi, dia seperti semut yang suka mengerubungi gula..."

"Terus kamu gulanya, gitu?" Nung bertanya sambil tersenyum.

"Begitulah..."

Nung tertawa. Kemudian, terdiam. Perasaannya mengatakan untuk menerima Radit. Sementara, pikirannya menolaknya. Bagaimana jika dia berada diposisi Sarah? Betapa terlukanya dibohongi kekasih hati.

Tapi, saat ini Nung tidak berada di posisi Sarah. Nung ada di tempatnya. Dalam posisi kedua yang dicintai Radit. Dan Nung juga berhak memilih opsi menerima cinta Radit.

"Bagaimana?" desak Radit.

"Kita jalani saja dulu. Bagaimana selanjutnya, kita lihat nanti."

"Tapi namanya tetap pacaran kan?" tanya Radit.

Nung mengangguk.

"Bukan ide yang buruk."

Sekali lagi, Nung menatap cermin. Ia memahami alasan Radit menyukainya.

Karena ia lebih cantik dibandingkan Sarah. Jauh lebih cantik secara fisik.

Nung tersenyum.

Suara Astrid masih menguar-nguar di udara.

Jadikan aku yang kedua
Buatlah diriku bahagia

----------
*) Lilih Prilian Ari Pranowo seorang cerpenis internet. Asyik menulis di dua blognya yang lain: Lilih Notes dan Plot Kreatif.
Tag : Cerpen Cinta
Comments
0 Comments
0 Komentar untuk "Cerpen Cinta: Jadikan Aku yang Kedua"

Back To Top