T h e P o w e r o f L o v e

Kelak Akan Ada Pria yang Tepat Untukmu [Part 1]

Cerpen karya Lilih Prilian Ari Pranowo*

Tok... Tok... Tok...

Sarah mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar. Namun, ia tidak beranjak dari tempat tidurnya. Pikiran dan perasaannya masih campur aduk saat ini. Menciptakan rasa malas untuk melakukan apa-apa.

"Sarah," terdengar Umi memanggil dari luar.

Tok... Tok... Tok...

Umi mengetuk pintu lagi.

Sarah menyeka air mata yang mengalir di pipinya. Setelah yakin tidak ada yang tersisa, ia beranjak dan membuka pintu.

"Kamu kenapa mengurung diri di kamar? Makanlah, Nak, nanti makanannya dingin jadi kurang sedap untuk disantap," kata Umi, masih berdiri di depan pintu.

"Sarah lagi nggak nafsu makan, Mi," sahut Sarah. Kemudian, merebahkan diri di atas kasur. Mengacuhkan omongan Umi.

Umi mendekat. "Kamu ini kenapa? Kalau ada masalah, ayo cerita ke Umi. Siapa tahu Umi bisa membantu." Umi mengusap rambut Sarah. Membelainya lembut penuh kasih sayang.

Sarah diam. Namun, perlahan air matanya meleleh di pipinya.

"Soal Radit?" Umi menebak inti permasalahan, "Kalian berdua bertengkar lagi?"

Sarah menggeleng. Sambil menangis ia berkata, "Kita nggak akan berantem lagi, Mi. Soalnya, kita udah putus."

"Emang kenapa kok putus? Bukannya hubungan kalian sudah terjalin lama?"

"Dia dah punya cewek baru. Cewek yang lebih cantik, lebih muda, dan... Huhuhu... Radit jahat sama Sarah Mi."

"Berarti dia bukan jodoh kamu, sayang," ujar Umi.

"Iya. Radit bukan jodoh Sarah. Soalnya Sarah jelek."

"Lho, bukan begitu. Umi nggak bilang kamu jelek lho. Yang bilang kamu sendiri."

"Emang bukan Umi. Tapi, Radit yang bilang begitu."

"Kamu ngerasa jelek nggak?"

"Secara aku kan jerawatan, Mi. Item pula."

"Nah, kalau udah ngerasa begitu. Kenapa kamu marah? Kan itu fakta."

"Yee, Umi, malah ngeledekin anak sendiri. Seenggaknya, Radit nggak perlu bilang gitu juga kali sama Sarah."

"Tapi dia udah bilang kan?"

Sarah cemberut. Umi-nya emang resek. Bukannya menghibur, malah ngajak ribut.

"Yaudah mau nggak Umi kenalin sama anaknya temen Umi?"

Sarah tidak menjawab. Itu berarti lampu hijau bagi Umi untuk memperkenalkannya.

"Tunggu Sabtu depan ya," kata Umi sambil ngeloyor pergi.

Bersambung ke cerpen Kelak Akan Ada Pria yang Tepat Untukmu [Part 2]

----------
*) Penulis cerpen ini mengelola dua blog, yaitu: Plot Kreatif dan Lilih Notes.
Tag : Cerpen Cinta
Comments
0 Comments
0 Komentar untuk "Kelak Akan Ada Pria yang Tepat Untukmu [Part 1]"

Back To Top